Dengar/lihat binatang liar di Gn Salak.
Reptil dan Amfibi
Di bawah ini adalah reptil dan amfibi yang terlihat di Vila Botani .
 
Phyton Sumatra
   
Phyton sumatra atau sumatran short tailed phyton (P. curtus) punya skala warna dari agak hitam kecoklatan sampat hitam pekat, dengan kepala hitam, abu atau perak dan gigitannya tidak berbisa. Beberapa jenis berkepala oranye dan kuning. Panjang phyton dewasa 1,5-1,8m dan berat. Ekornya sangat pendek bila dibandingkan dengan keseluruhan panjang tubuhnya. Ular ini mematikan mangsa dengan lilitan.
     
Ular Derik Hijau
   
Ular derik hijau atau the green pit viper (Trimeresurus albolabrisis) adalah ular berbisa dan sangat pemalu sehingga susah sekali terlihat. Warnanya hijau terang dengan ekor merah mencolok, kepala berbentuk segitiga dengan panjang tubuh sekitar 80cm. Ular derik mempunyai kemampuan melompat dengan kekuatan besar ketika diserang. Sebagaimana semua jenis ular derik, derik hijau ini merupakan nokturnal (makhluk yang aktif di malam hari) dan mudah dihindari dengan cara menjauh dari tanah lapang dan wilayah berbatu.
   
Kodok Asia
   
Kodok asia atau asian toad (Duttaphrynus melanostictus) juga dikenal sebagai kodok bercak hitam (black-spectacled frog), kodok sunda, dan kodok jawa. Gunung Salak merupakan habitat dari berbagai jenis kodok. Jenis yang paling umum adalah Asian common frog atau kodok asia. Corak bintik di setiap katak mempunyai ciri khas masing-masing.

Jenis ini tumbuh dengan panjang 20cm . Kodok muda kerap terlihat dalam jumlah banyak sehabis hujan karena jenis ini berkembang biak selama musim hujan, biasanya di air tenang dan sungai yang mengalir pelan, juga di genangan air sementara, maupun kolam permanen. Kodok dewasa merupa┬Čkan satwa terestrial (makhluk hidup yang menghabiskan banyak waktu di permukaan tanah) dan bisa ditemukan di balik tutupan misalnya di balik batu, serpihan dedaunan, dan kayu glodongan. Mereka juga kerap terlihat makan di malam hari di bawah lampu jalanan khusunya ketika banyak laron terbang berkerumun. Pemakan beragam hewan invertebrata termasuk kalajengking.
   
Biawak
   
Biawak atau striped water monitor (Varanus salvator) adalah kadal besar asli Asia Tenggara, juga ditemukan di Vila Botani. Biawak air merupakan salah satu dari biawak paling umum yang ditemukan di berbagai pulau di Indonesia, hidup dekat air.

Biawak ini bisa tumbuh sepanjang 3 meter. Berat maksimum dari Varanus salvator bisa mencapai lebih dari 90kg, tetapi pada umumnya hanya mencapai setengahnya (45kg). Tubuhnya panjang, kuat, dengan ekor padat yang menyamping.

Spesies ini bisa bertahan hidup ketika karnivora besar lainnya tak bisa bertahan, sebagai satwa pemakan segala (omnivora) dan berdarah dingin sehingga metabolisme sangat efisien.
s
Python Reticulata
   
Python reticulata (Python bivittatus) adalah salah satu dari lima spesies ular yang terbesar di dunia tapi jarang terlihat. Python ini habitat aslinya di Asia Tenggara. Python reticulata tumbuh rata-rata sepanjang 3,7m dan berwarna gelap dengan banyak bercak coklat dibatasi warna hitam di bagian belakang.